Astaga, MA Anulir Vonis Seumur Hidup Bandar Sabu 73 Kg Jadi 15 Tahun Penjara

Mahkamah Agung (MA) menganulir vonis hukuman seumur hidup bandar sabu 73 kg, Abdul Rahman menjadi 15 tahun penjara. Keputusan itu memang tidak bulat. Ketua majelis kasasi Prof Surya Jaya memilih dissenting opinion.

Kasus itu berawal ketika sejumlah orang hendak menyelundupkan narkotika ke Indonesia seberat 73 kg sabu dan 30 ribu butir pil ekstasi. Aparat-pun berhasil mencegah penyelundupan barang haram itu dan membekuk para penyelundup. Sembilan orang diamankan aparat, termasuk Abdul Rahman. Mereka akhirnya diproses secara hukum dan diadili di PN Kuala Simpang, Aceh.

Pada 2 April 2019, jaksa mengajukan tuntutan mati kepada 8 terdakwa, termasuk Abdul Rahman. Tiga minggu setelahnya, PN Kuala Simpang menyatakan Abdul Rahman bersalah. Abdul Rahman dijatuhi hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar subsider 1 tahun.

Vonis itu diperberat oleh Pengadilan Tinggi (PT) Aceh. Abdul Rahman dihukum penjara seumur hidup atas kejahatannya itu. Atas vonis itu, jaksa mengajukan kasasi dengan harapan Abdul Rahman dihukum mati. Sedangkan Abdul Rahman mengajukan kasasi dengan harapan diringankan. Alhasil, MA meringankan hukumannya.

“Memperbaiki putusan Pengadilan Negeri Kuala Simpang Nomor 401/Pid.Sus/2018/PN Ksp tanggal 30 April 2019 tersebut mengenai pidana yang dijatuhkan kepada Terdakwa, pidana denda dan pidana pengganti denda menjadi pidana penjara selama 15 tahun dan pidana denda sejumlah Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar, maka kepada Terdakwa dikenakan pidana pengganti denda berupa pidana penjara selama 3 bulan,” demikian bunyi putusan MA yang dilansir website-nya, Kamis (20/5/2021).

Duduk sebagai ketua majelis Surya Jaya dengan anggota Eddy Army dan Desnayeti. Dalam putusan itu, Surya Jaya tidak sepakat agar hukuman Abdul Rahman diturunkan. Tapi suara Surya Jaya kalah dengan dua anggota hakim lainnya.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here