Gerombolan Bandit Antigen Palsu Ternyata Bersaudara!

Tersangka kasus antigen palsu, yakni Picandi Moscojaya (45), yang merupakan manager PT Kimia Farma ternyata memiliki hubungan saudara dengan tiga orang lainnya. Hal ini dibenarkan oleh Safarudin, Sekretaris Desa Lubuk Besar.

Adapun ketiganya adalah Sepipa Razi (19), Devi Jaya (20), Marzuki (30). Ketiganya adalah warga Desa Lubuk Besar Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Safarudin mengatakan, tiga tersangka kasus stik swab antigen bekas di Bandara Kualanamu, adalah warga di Desa Lubuk Besar. Selain itu dijelaskan Safarudin, ketiganya masih ada hubungan keluarga dengan tersangka utama Picandi Mascojaya (45).

“Yang saya tahu hanya tiga orang itu masih ada hubungan keluarga, sementara satunya kurang tahu apa hubungannya, apalagi R itu warga Muara Kelingi,” kata Safaruddi, Sabtu (1/5/2021).

kemudian, Safarudin juga menambahkan, tersangka Sepipa Razi dan Devi sudah ikut dengan Picandi sejak tamat sekolah SMA, kira-kira 2020, setelah mereka tamat sekolah. “Keduanya merupakan alumni dari SMAN Muara Beliti,” ungkapnya.

Sementara terkait Marzuki, Safarudin mengaku mengetahui baru beberapa bulan diajak Picandi bekerja di Medan. Sebelumnya Marzuki bekerja sebagai sopir angkutan desa (angdes). Dan sejak mereka kerja dengan Picandi belum pernah pulang kampung.

“Picandi ini memang asli dari Desa Lubuk Besar, dan sudah merantau sejak belum menikah. Bahkan saat SD dulu satu kelas sama saya,” tegasnya lagi.

Bahkan lanjut Safarudin, di Desa Lubuk Besar, masih ada rumah orang tuanya, yang kadang ditempati oleh ibu Picandi. Sementara ayah Picandi sudah meninggal dunia.

“Awal mendengar berita yang beredar, dia dan warga kampung tidak percaya dan tidak menyangka. Namun setelah menonton TV, saat polisi merilis tersangka, ternyata memang benar bahwa itu mereka. Bahkan video polisi mencegat motor di kawasan bandara, itu adalah Sepipa,” tutupnya.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here