Tembak Calon Ketum Kadin, Etis Gak Sih yang Dilakukan Menteri Bahlil?

Menteri Investasi dan Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Bahlil Lahadalia menyatakan, bahwa membangunan ekonomi tidak bisa mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Hal ini ia sampaikan pada saat menghadiri acara deklarasi Calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Arsjad Rasjid, di Palu, kemarin. Pada kesempatan itu, Bahlil menitipkan pesan agar Kadinbisa turun tangan ikut membangun ekonomi daerah.

“Kami berharap Arsjad Rasjid dapat memimpin Kadin Indonesia agar pengusaha daerah dapat benar-benar diberdayakan, pengusaha daerah dapat menjadi tuan rumah di daerah mereka,” kata Bahlil.

Sementara itu, calon Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, mengatakan bahwa visinya adalah untuk menjadikan Kadin Indonesia sebagai institusi yang kolaboratif dan inklusif. Bukannya sebagai Kadin yang eksklusif, dan hanya merasa dimiliki oleh segelintir orang saja.

Arsjad Rasjid yang juga merupakan Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk itu, menyampaikan jika terpilih sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia, ia akan melakukan banyak hal, antara lain meningkatkan pemberdayaan pengusaha daerah, baik dari sisi regulasi, maupun dari sisi organisasi.

“Ekonomi nasional hanya bisa maju jika ekonomi daerah kuat. Jadi ekonomi daerah yang harus terus kita dorong agar menjadi kuat,” ujarnya.

Menarik memang, seorang menteri menghadiri acara deklarasi dukungan Kadin. Terlebih beberapa waklu lalu, Bahlil juga sempat mencuri perhatian publik dengan istilah yang banyak orang menganggapnya ‘politik uang’.

Dalam sebuah tayangan video yang beredar di sosial media, Bahlil menganjurkan agar orang-orang daerah diperbolehkan mengambil uang dari sosok yang disebut Anin dan Arsyad Rasjid. Hal ini ia sampaikan dalam konteks pemilihan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), dimana Arsyad mencalonkan diri.

“Cocok barang ini, yang kedua, ini bang Anin ini kawan saya juga. Bang Arsyad juga konglomerat. Dulu waktu saya jadi ketua HIPMI Bang Arsyad itu diolah orang daerah sampai perut sakit,” tegasnya.

Bahlil menjelaskan, bahwa saat itu merupakan pesta yang digelar juga bersinggungan dengan orang daerah.

“Jadi… teman-teman daerah… kocok dulu ini barang, jangan dulu dikasih gratis ini barang. dimainkan dulu, dimainkan dulu barang ini. Dua-duanya konglomerat kok,” tambah Bahlil.

Ia juga menggambarkan bahwa saat ia memperebutkan kursi untuk menjadi ketua HIPMI juga mengalami perjuangan yang sama, yakni sulit dalam mencari modal.

“Kalau saya dulu dari daerah untuk menjadi ketua HIPMI mencari uang satu rupiah itu berdarah-darah untuk melawan Bayu, tapi perjuangan memenangkan. Jadi.. kalau mereka ambil uangnya Bang Arsyad itu halal, teman-teman daerah mainkan saja gapapa,

Ambil uang aja belum tentu memilih apalagi tidak kasih duit, lebih tidak memilih lagi pasti, saya yakin itu. Positioning saya saya mendukung Bang Arsyad untuk memenangkan posisi Ketua KADIN, sampai periode selanjutnya,” tutupnya.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here