Rizal Ramli: Saya Tak Mau Lagi Perbaiki Ekonomi RI, Jika Tak Ada Perubahan di Indonesia!

Ekonom senior Rizal Ramli mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengingatkan tentang kondisi ekonomi Indoneisa sejak 2018-2918 lalu. Namun menurutnya, banyak pejabat eknonomi pemerintah yang membantahnya.

Menkeu dan Pak Luhut bantah-bantah… bahkan saya ditantang debat terbuka, saya mau aja asalkan ditayangkan di media nasional, namun Pak Luhut mundur teratur,” tegasnya, dalam sebuah tayangan diskusi dengan TV One.

Rizal menjelaskan, bahwa selama ini pemeirntah kerap salah dalam menjelaskan soal utang maupun kondisi ekonomi Indonesia.

“Yaitu indikator utang dibandingkan dengan GDP rasio berapa, dikatakan ini masih aman. Lalu dibandingkan dengan Amerika, kita masih rendah banget, dibanding dengan Jepang apalagi, dan sebagainya,” tambahnya.

Adapun beberapa waktu lalu, Menkeu Sri Mulyani memang membandingkan soal utang Indonesia dengan sejumlah negara, yakni Amerika, Jepang, Prancis, Jerman dan beberapa negara lainnya. Namun menurut Rizal, apa yang disampaikan Sri tidak tepat.

“Nah masih banyak yang beli dolar karena Amerika negara ‘super power’, satu-satunya negara yang bisa mencetak uang dan dijual ke seluruh dunia. Sekitar 85 persen mereka berutang dari dalam negeri, dari investor dalam negeri. Sehingga mereka tidak mengalami istilahnya itu resiko nilai-tukar nyaris tidak ada, juga goncangan pada mata uangnya kecil,” ungkapnya.

Mantan anggota tim panel penasihat ekonomi PBB ini juga menjelaskan, mengapa Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan Jepang. “Saya berikan contoh, Jepang itu nilai investasi di luar negeri dibandingkan investasi asing di dalam negeri Jepang, itu surplus plus 3,375 triliunan USD. Sementara Indonesia bukan positif, tapi negatif 281 juta USD. Negara-negara tetangga kita seperti Vietnam, Malaysia rata-rata itu “Net International investment Position (NIIP)” mereka positif. Jadi mohon maaf pejabat kita kebiasaan tidak memberikan informasi yang benar,” sambungnya.

Ia juga berharap agar pemerintah memiliki cara dalam menyelesaikan utang Indonesia. “Banyak cara yang bisa dilakukan, dengan Jerman, saya dulu pernah tukar utang dengan hutan , yang istilahnya ‘debt nature swap’ yakni menukar utang dengan hutan, maksudnya kita kasih mereka lahan untuk konservasi, mereka mau dan senang. akhirnya utang kita bisa dipotong sampai sekitar 60 miliar dolar, dan ini pertama kali dilakukab oleh tim ekonomi di banyak negara di dunia.

“Kalau kemarin-kemarin saya mau memperbaiki, tapi sekarang saya sudah gak mau lagi mempervaiki ekonomi, sampai ada perubahan di Indonesia,” tutupnya.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here