Menaker Ancam Pengusaha Nakal Telat Bayar THR ke Pekerja

Bicaralah.com - Pengusaha di Indonesia diwajibkan membayar Tunjangan Hari raya (THR) kepada para pekerja tepat pada waktunya. Jika tidak, maka akan ada sanksi dari Kementerian Tenaga Kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pihaknya mewajibkan pembayaran THR tersebut secara penuh dan tepat waktu melalui Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021. Melalui SE tersebut, pengusaha wajib bayar THR maksimal H-7 hari raya keagamaan Idul Fitri 2021.

Ia menjelaskan, bahwa SE tersebut juga memberikan kelonggaran bagi perusahaan yang masih terdampak COVID-19, yakni THR boleh dicicil  minimal H-1 Idul Fitri 2021 sesuai dengan kesepakatan tertulis bersama pekerjannya.

Namun, jika para pengusaha masih menyalahgunakan kewajibannya untuk memberikan THR 2021, maka sesuai Permenaker No.6/2016 pasal 10, Ida menekankan, akan dikenakan denda keterlambatan bayar THR sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayarkan.

Adapun pengenaan denda keterlambatan pembayaran ditegaskannya tidak akan menghilangkan kewajiban para pengusaha atau pemberi kerja untuk membayarkan secara penuh dan tepat waktu THR para pekerjanya.

“Pengenaan denda tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk tetap membayar THR keagamaan kepada pekerja atau buruh,” kata dia saat konferensi pers, Senin, 12 April 2021 di Jakarta.

Nah, selain denda, Ida juga mengaku telah menyiapkan sanksi bari pengusaha-pengusaha yang tak membayar THR pekerjanya pada 2021. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021, ditegaskannya, sanksi yang dikenakan adalah sanksi administrasi.

“sanksi administrasi tersebut sesuai dengan ketentuan PP 36/2021 tentang pengupahan pasal 9 ayat 1 dan ayat 2 pengusaha yang tidak bayar THR dikenakan sanksi administrasi,” pungkasnya.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here