Kemendag Wacanakan Bangun Pasar Aset Kripto, Indef: Pemikiran Aneh dan Bertentangan Dengan Sejarah Cryptocurrency

Wacana Kementerian Perdagangan soal pasar investasi aset kripto dinilai membingungkan dan bertentangan dengan sejarah Cryptocurrency.

Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, mengungkapkan, lahirnya Cryptocurrency diikuti kemunculan Satoshi Nakamoto perancang crypto bitcoin. Dengan demikian, sambung Bhima, wacana Kemendag menjadi sangat membingungkan, lantaran latar belakang munculnya crypto tidak mau diatur pemerintah.

“Tapi sekarang diatur pemerintah. Itu sudah membingungkan. Kalau baca sejarah crypto Satohsi Nakamoto. Jadi kalau sekarang mau dibuatin bursa mau diregulasi justru itu against (bertentangan-red) dari crypto sendiri,” kata Bhima dalam diskusi daring yang diselenggaran Mazhab Rawamangun, Sabtu (22/5/2021).

Terlebih lagi, imbuh Bhima, naik turunnya nilai jual transaksi crypto tidak punya dasar yang jelas. Sekalipun di era digital metode blockchain diyakini sebagai teknologi pembayaran di masa depan.

“Tetapi terkait pemanfaatan blockchain itu sendiri untuk menjadi komoditas yang diperdagangkan itu dua hal yang berbeda,” tukasnya.

Selain itu Bhima jelaskan tidak ada satupun bank sentral hingga pemerintahan di dunia yang bisa mengatur cryptocurrency. Alhasil penggunaan cryptocurrency mulai disalahgunakan banyak orang di dunia.

“Sehingga salah satu kelemahan tidak diatur pemerintah, muncul transaksi penculikan bayarnya dengan crypto, narkoba di Meksiko bayarnya gunakan crypto. Negara yang dukung crypto, karena dia dapat sanksi ekonomi dari Amerika Serikat, seperti Rusia juga dapat sanksi dari Amerika Serikat atau negara negara barat sehingga crypto ini jadi chanel money laundry,” pungkasnya.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here