Kejagung Tuding Ada Anggota BPK Halangi Penyidikan Kasus Jiwasraya!

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah mengatakan, bahwa pihaknya saat ini sedang menyelidiki auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diduga menghalang-halangi penyidikan kasus korupsi PT Jiwasraya (Persero).

“Sedang pendalaman saja. Ada anggota BPK yang melakukan dugaan menghalang-halangi penyidikan,” tegasnya hari ini kepada wartawan, di Jakarta.

Kendati demikian, Febrie tak menjelaskan secara rinci terkait masalah tersebut, termasuk saat wartawan mempertanyakan identitas anggota BPK yang diduga mencoba menghalangi proses penyidikan.

Sementara itu, Ketua BPK, Agung Firman Sampurna menerangkan bahwa pihaknya masih menunggu lebih lanjut terkait perkembangan penyelidikan tersebut. Hanya saja, dia memastikan bahwa nilai perhitungan kerugian keuangan negara yang disampaikan ialah yang resmi berasal dari lembaganya.

“Dan kalau ditanyakan apakah ada dari BPK dari BPK cuman satu laporannya, dari kita. Kemudian apakah ada yang di dalamnya? Menurut pendapat saya kita tunggu perkembangan selanjutnya, tapi penting untuk kami sampaikan sejauh ini inilah informasi yang bisa kami ungkap ke publik,” tegasnya.

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo sebelumnya mengungkapkan, bahwa tekanan likuiditas dan solvabilitas makin melemah. Hal ini terlihat pada kondisi keuangan perseroan pada laporan keuangan 2020.

Adapun yang dimaksunya adalah PT Asuransi Jiwasraya, dimana asetnya hanya tercatat mencapai Rp15,72 triliun dengan jumlah liabilitas sebesar Rp54,36 triliun.

“Jadi… tekanan likuiditas dan solvabilitas yang melemah ini terlihat dari kondisi keuangan Jiwasraya berdasarkan laporan keuangan 2020, di mana total liabilitas polis mencapai Rp54,4 triliun yang meningkat terus,” ujarnya, hari ini di Jakarta.

Sebagaimana diketahui, Total kerugian sendiri diperkirakan mencapai Rp37 triliun dan sejumlah tersangka juga sudah masuk dalam sel, yakni Heru Hidayat, Benny Tjokro, Joko Hartono Tirto, Hendrisman Rahim, Hary Prasetyo dan Syahmirwan.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here