Jalan Panjang Perbaikan Garuda Indonesia

Bicaralah.com - Perusahaan penerbangan Garuda Indonesia diharapkan bisa melakukan restrukturisasi dalam waktu dekat. Mengingat, kondisi saat ini emiten saham GIAA itu sudah bisa dikatakan parah.

Misalnya saja saat ini, dimana pendapatan Garuda Indonesia sama dengan jumlah yang haraus dikeluarkan untuk biaya sewa pesawat.

“Kalau tidak salah, sekarang pendapatan mereka (Garuda Indonesia) saka dengan yang mereka gunakan untuk biaya sewa pesawat,” tegas pengamat Jaringan Penerbangan Indonesia, Gerry Soedjatman, dikutip dari bisnis.com.

Adapun saat ini, pensiun dini merupakan tawaran yang cukup efektif, mengingat jumlah karyawan dan kegiatan terbilang besar dan tidak sedikit pembiayaan yang dikeluarkan.

Dia menyebut program pensiun dini yang ditawarkan Garuda saat ini memang pilihan yang cukup efektif melihat jumlah karyawan dan kegiatan yang terbilang besar dan butuh biaya tidak sedikit.

Selain itu menurutnya, Garuda juga diharapkan bisa lebih terbuka dan komunikatif soal hal itu sehingga orang juga bisa paham kalau mereka melakukan ini memang harus dan terpaksa. “Mau diapain sekarang. Garuda udah waktunya emang untuk restrukturisasi. Cuma pertanyaannya asal restrukturisasi atau benar-benar diselesaikan masalah-masalahnya,” ungkapnya.

Namun demikian, program pensiun ini menurutnya juga belum tentu bisa membantu meringankan beban Garuda. Pasalnya, di tengah kondisi pandemi saat ini, para karyawan akan lebih memilih bertahan daripada pensiun dini.

“Saya juga nggak akan kaget kalau banyak yang merasa, ah belum parah kok sebenarnya. Mereka hanya mengada-ngada saja. Namun menurut saya kondisi Garuda itu sudah parah,” tutupnya.

Sebagai informasi, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra sebelumnya mengaku bahwa manajemen tengah dalam tahap awal penawaran program pensiun yang dipercepat atau pensiun dini bagi karyawan Garuda Indonesia yang memenuhi kriteria dan persyaratan keikutsertaan program tersebut.

Ia mengatakan, bahwa penawaran program ini dilakukan sejalan dengan upaya pemulihan kinerja usaha yang tengah dijalankan perusahaan guna menjadikan Garuda Indonesia, perusahaan yang lebih sehat serta adaptif menjawab tantangan kinerja usaha di era kenormalan baru.

“Perlu kiranya kami sampaikan bahwa program pensiun dipercepat ini ditawarkan secara sukarela terhadap karyawan yang telah memenuhi kriteria. Kebijakan ini menjadi penawaran terbaik yang dapat kami upayakan terhadap karyawan ditengah situasi pandemi saat ini, yang tentunya senantiasa mengedepankan kepentingan bersama seluruh pihak, dalam hal ini karyawan maupun perusahaan,” jelasnya, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here