Importasi Pangan Meresahkan, Komisi IV DPR: RI Hanya Jadi Objek Pasar Semata!

Bicaralah.com - Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin menyatakan, bawha Indonesia belum fokus mengoptimalkan kekuatan sumber daya yang dimiliki. Sehingga menurutnya, sudah berpuluh-puluh tahun menghadapi persoalan yang berulang terkait importasi komoditas pangan pokok.

“Kita selama ini menganggap besarnya penduduk kita menjadi salah satu kekuatan bangsa. Namun dengan tidak teroptimalisasi Sumber Daya Alam yang dimiliki untuk dikelola secara efektif dan efisien, akhirnya negara kita hanya sebagai obyek pasar semata,” tegasnya di Jakarta, kemarin, dikutip dari keterangan resminya.

Ia mengaku prihatin atas importasi segala komoditas pangan di kuartal I-2021 mulai dari garam, gula, kedelai, jagung, bawang putih, ikan hingga beras. Hal itu merupakan bukti negara ini hanya sebagai objek pasar.

Padahal kata Akmal, RI dengan segala sumber alamnya, sangat mumpuni menyediakan semua komoditas ini akan tetapi teknologi dan pengelolaan secara efektif dan efisien masih belum mampu ditemukan. Akmal mencontohkan, berkaitan dengan garam atau gula. Untuk keperluan Industri, kualitas produk yang di hasilkan secara kebutuhan jumlah tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.

Selain itu, terkait bentangan pantai negara Indonesia terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Hal ini katanya membuktikan, bahwa Ini alam Indonesia ini telah menyediakan apa yang dibutuhkan, tapi kita tidak mampu mengelolanya mengubah yang di sediakan alam untuk di konsumsi manusia pada skala industri.

Adapun menurutnya, BUMN pangan dengan beragam fokus kerjanya, mulai dari Bulog, RNI,  PT SHS,  PT Pertani,  PT Berdikari,  PT Perindo,  PT Perindus, PT Garam  agar memiliki ujung waktu, untuk merealisasikan, negara ini bebas impor, secara perlahan akan komoditas pangan.

“Tidak mesti berbarengan, tetapi terarah, terukur, satu-persatu mewujudkan impian bangsa akan kedaualatan negara di sektor pangan. Sektor pangan harus menjadi komoditas strategis yang mempunyai dimensi pertahanan dan keamanan Negara bukan sekedar komoditas perdagangan biasa,” ujar Akmal.

Ia menambahkan, banyaknya pemborosan di berbagai sektor pangan terjadi di berbagai lini. Dia mencontohkan dampak importasi yang tak terukur yang mengakibatkan barang turun mutu yang akhirnya di buang atau berubah fungsi dari makanan manusia menjadi makanan ternak.

“Negara yang besar penduduknya ini jangan hanya jadi objek pasar dunia. Tetapi perlu langkah konkrit negara ini menjadi produsen untuk kebutuhan masyarakat dunia dengan ketersediaan Sumber Daya Alam yang perlu dikelola secara efektif dan efisien,” tutup politisi PKS ini.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here