Curhat Bos Garuda Soal Opsi Pensiun Dini dan Rumahkan Karyawan

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengungkapkan, bahwa pensun dini yang ditawarkan oleh perusahaan penerbangan kebanggaan bangsa Indonesia itu merupakan sebuah langkah terbaik. Ironisnya, kebijakan tersebut dikeluarkan dalam kondisi pandemi covid-19.

“Kami sudah diskusi panjang lebar dengan para karyawan yang masih berlangsung sampai hari ini,” ujarnya, dari keterangan resminya, kemarin.

Ia sendiri mengakui, perusahaan pelat merah itu juga memberikan sejumlah opsi, termasuk salah satunya adalah merumah-kan pekerja.

“Memang ada opsi dirumahkan dan sebagainya. Tapi saya dan direksi, kami sepakat bahwa itu unfairness. Merumahkan dan tidak memberikan mereka pendapatan tentu saja kita meski mikir karyawan memiliki utang, cicilan rumah, biaya sekolah, biaya internet pula yang cukup tinggi,” jelasnya.

Adapun manajemen Garuda Indonesia kata Irfan, akan memastikan, pelaksanaan tawaran pensiun dini ini bersifat sukarela, tanpa adanya pemaksaan.

“Harapan kita banyak karyawan Garuda yang mungkin sudah mapan, sudah mendekati masa pensiun, yang mungkin punya pilihan di luar, yang mungkin anggota keluarganya beberapa bekerja di Garuda, untuk memberi kesempatan pada yang lainnya untuk berkontribusi di Garuda,” tambahnya.

Sekadar informasi, Garuda Indonesia merupakan salah satu perusahaan BUMN yang paling terkena dampak pandemi covid-19. Beberapa waktu lalu saja, banyak pesawat yang tidak beroperasi. Selain itu menurunya penggunaan masyarakat juga disebut-sebut sebagai imbas dari pandemi covid-19.

Diketahui, menurut laporan keuangan terakhir yang disampaikan perusahaan, hingga kuartal III-2020 lalu, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar 1,14 miliar dolar AS atau sekitar Rp 16 triliun, secara year to date. Angka ini turun 68% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019. Sementara, pendapatan penumpang turun 71%, kargo turun 26%, dan pendapatan dari keberangkatan haji hilang total, atau turun hingga 100%.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here