Cek Saldo dan Tarik Tunai di Bank BUMN Bakal Kena Biaya, Haris Rusly Moti: Drakula Oligarki Semakin Kenyang

Bicaralah.com - Aktivis Petisi 28, Haris Rusly Moti, menyoroti kebijakan Bank BUMN yang akan mengenakan tarif pada nasabah yang melakukan transaksi tunai dan cek saldo mulai awal Juni 2021.

Dalam setiap transaksi tarif yang dikenakan transaksi cek saldo sebesar Rp 2.500 dan tarik tunai Rp 5.000.

Melalui laman Twitter pribadinya, Haris menguraikan kalkulasi soal potensi pendapatan bank BUMN apabila kebijakan itu berlaku.

Haris kemudian mensimulasikan kalau dalam sehari ada 10 juta transaksi, berarti pendapatan setiap harinya bisa menyentuh angka Rp 50 miliar.

“Bayangkan jika sebulan 50 miliar x 30 = 1.500.000.000.000 (Rp 1,5 triliun),” papar Haris dalam cuitannya, Minggu malam (23/5/2021).

Haris heran dengan kebijakan tersebut karena seluruh uang yang disimpan nasabah sudah dikenakan pajak oleh pihak bank.

“Kenyang benar drakula oligarki di era Pak Jokowi,” pungkas Haris.

Bank yang akan memberlakukan pengenaan tarif itu adalah PT Bank Mandiri, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Bank Negara Indonesia, dan PT Bank Tabungan Negara.

Pengenaan tarif itu nantinya apabila nasabah BNI ingin mengecek saldo di mesin atm link BRI maka akan dikenakan tarif.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here