BUMN di Ujung Tanduk, Bahlil Masih ‘Ngecap’ Investasi Asing!

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga saat ini masih mengalami defisit. Terlihat dari banyaknya perusahaan pelat merah itu terlilit hutang dan bahkan salah satunya Maskapai Garuda Indonesia yang melakukan pensiun dini terhadap para karyawannya.

Namun demikian, Menteri Investasi /Kepala BKPM Bahli Lahadalia mengungkapkan, bahwa dominasi BUMN tidak akan menghambat investasi asing. “Saya pikir tidak ada satu alasan besar untuk mengatakan FDI itu tertahan atau ada kendala akibat monopolinya BUMN. Saya pikir tidak benar,” ujarnya dalam acara Halal bi Halal Kementerian Investasi, Jumat (28/5) lalu.

Ia juga mengatakan, kondisi BUMN saat ini  sudah berubah sejak jabatan Menteri BUMN dipegang oleh Erick Thohir. “Tapi, bahwa betul dulu pas saya menjabat Ketua Umum Hipmi, BUMN itu melakukan apa yang disebut monopoli secara internal, tapi eksternal tetap diberikan ruang. Namun, sejak Menteri BUMN Erick Thohir itu arahnya sudah berubah, sudah bagus,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, realisasi investasi yang masuk ke Indonesia mencapai Rp219,7 triliun pada kuartal I 2021. Jumlahnya sekitar 25,66 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp856 triliun.

Realisasi investasi tersebut tumbuh 2,3 persen secara kuartalan dari kuartal IV 2020 dan tumbuh 4,3 persen secara tahunan dari kuartal I 2020.

Realisasi investasi itu terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp108 triliun atau 49,2 persen dari total investasi dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp111,7 triliun atau 50,8 persen dari total.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here