BUMN: Defisit Ekuitas Jiwasraya Capai Rp38,6 triliun

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, bahwa tekanan likuiditas dan solvabilitas makin melemah. Hal ini terlihat pada kondisi keuangan perseroan pada laporan keuangan 2020.

Adapun yang dimaksunya adalah PT Asuransi Jiwasraya, dimana asetnya hanya tercatat mencapai Rp15,72 triliun dengan jumlah liabilitas sebesar Rp54,36 triliun.

“Jadi… tekanan likuiditas dan solvabilitas yang melemah ini terlihat dari kondisi keuangan Jiwasraya berdasarkan laporan keuangan 2020, di mana total liabilitas polis mencapai Rp54,4 triliun yang meningkat terus,” ujarnya, hari ini di Jakarta.

Sedangkan jelas Tiko, posisi ekuitas negatif hingga Rp38,64 triliun, tak ayal jika rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) Jiwasraya pada 31 Desember 2020 berada pada posisi minus 1.000,3 persen atau jauh di bawah batas minimal yakni 120 persen, sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tak hanya itu, pemegang saham juga mencatat, nilai aset Jiwasraya Rp15,72 triliun secara mayoritas tidak likuid dan berkualitas buruk. Kondisi ini diperburuk oleh tidak optimalnya produk perseroan sehingga menyebabkan perusahaan mengalami defisit ekuitas sebesar Rp38,6 triliun.

“Kondisi aset yang berkualitas buruk dengan pengeluaran produk yang tidak optimal ini membuat Jiwasraya memiliki defisit ekuitas sebesar kurang lebih Rp38,6 triliun, nilai yang sangat fantastis,” paparnya.

Semantara itu, pemerintah melalui Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya juga telah mengupayakan beberapa pendanaan demi mempertahankan operasional perusahaan, hingga membayar bunga roll over, serta anuitas pensiun yang terakhir kali dilakukan pada Maret 2020.

Adapun yang dimaksud adalah dana untuk menutup beban tersebut, berasal dari penerbitan REPO, optimalisasi aset properti, hingga penerbitan Medium Term Notes (MTN) yang dilakukan pada pertengahan 2018-2020.

Untuk itu diperlukan solusi fundamental dan komprehensif dalam rangka menyelamatkan seluruh polis Jiwasraya. “Inilah yang mendasari pemerintah mendirikan IFG Life dengan memberikan PMN senilai Rp22 triliun, ditambah Rp4,7 triliun dari upaya fundraising yang dilakukan induk usaha IFG Life,” ujar Anggota Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya Farid A Nasution.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here