BUMN Bangkrut Dibarter PT 0%, Analis: Gak Usah Malu Mas Jokowi, Ini untuk Kebaikan Bangsa

Bicaralah.com - Netizen di sosial media sampai hari ini masih terus mendesak pemerintah agar sosok Rizal Ramli menjadi tokoh yang digunakan untuk memperbaiki kondisi Garuda Indonesia, dan BUMN secara global. Pasalnya, dalam dua hari ini informasi di jagad sosmed memperlihatkan utang PLN yang mencapai Rp500 Triliiun dan Garuda Indonesia yang encapai Rp70 triliun.

Analis Sosial Universitas Bung Karno, Muda Saleh mengatakan, bahwa Jokowi tak perlu malu untuk mengajak Rizal Ramli memperbaiki kondisi BUMN yang makin hari makin merugi.

“Saya yakin Jokowi mau, tapi ada pasti pembisiknya yang tak ingin sosok RIzal Ramli hadir membantu memperbaiki kondisi BUMN secara global. Menurut saya ini ‘barang kecil’ buat Rizal Ramli, karena mantan anggota tim panel penasihat ekonomi PBB itu sudah banyak memperbaiki barang rusak di indonesia,” ujarnya, dalam keterangan resmi, kemarin.

Muda menjelaskan, seharusnya Jokowi beruntung, di tengah kepercayaan publik yang makin menurun, bahwa inilah momen yang tepat untuk mengembalikan kepercayaan publik.

“Gak usah keras kepala, gak usah malu, ya.. memang Jokowi pernah mendepak Rizal Ramli dari kursi Menko Maritim, tapi yang saya tau… sosok RR itu dia banyak dikecewakan orang, tapi ia masih memberi senyum, menyapa dan menghargai siapa yang pernah mengecewakannya, ini saya lihat sendiri dalam kehidupan pribadinya, sistem hidupnya itu easy come easy go… Rizal Ramli bukan tipikal pendendam, lihat saja beliau masih memberikan solusi untuk pemerintah atas maslaah yang ada padahal ia (Rizal Ramli) berada di luar pemerintah, ini saya yakinkan betul!” jelasnya.

Bahkan Muda mengatakan, jika Jokowi berkenan sebagai kepala negara, menyerahkan masalah ekonomi secara keseluruhan untuk diperbaiki oleh Rizal Ramli.

“Rasanya untuk memperbaiki Garuda atau BUMN secara global tak cukup, kalau mau uji skillnya Rizal Ramli sekalian aja, ekonomi skala global. Ini bukan sok anggar jago, tapi demi memperbaiki Indonesia yang sudah banyak sekali masalah, tak hanya ekonomi, sosial, politik, pendidikan, karena Indonesia sudah mengalami masalah multi-dimensi,” tambah Muda.

Selain itu menurutnya, Rizal Ramli banyak menyelesaikan masalah saat ia menjadi pejabat publik. “Semen Gresik menjadi 7 besar di BUMN dengan pendapatan  meningkat dari Rp. 2,3 Triliun menjadi Rp 2,8 Triliun. Laba bersih tahun 2007 juga melonjak 37%dari Rp 1,3 (pada tahun 2006 ) triliun menjadi Rp 1,8 Triliun.

“Rizal Ramli pernah perbaiki PLN yang bangkrut, perbaikan ini dilakukannya tanpa suntikan dana satu rupiah pun, dengan mengurangi baban hutang dari 85 miliar dolar AS menjadi 35 miliar dolar As, ini belum ada yang pernah melakukannya dalam sejarah.

“Bahkan Bulog ditangan Rizal Ramli dalam waktu singkat antara 2000 hingga 2001, membuat Bulog berhasil mencatat keuntungan sekitar Rp 5 triliun,

“Dengan menolak bantuan IMF, Rizal Ramli juga pernah selamatkan Bank Internasional Indonesia (BII). Bahkan di era Gusdur ekonomi indikator perkembangan ekonomi mengalami kenaikan dari sebelumnya minus 3 menjadi 4,5 persen. Kesejahteraan rakyat juga meningkat, pangan stabil dan genie indeks paling rendah dalam sejarah Indonesia, yakni 0,3 persen.

“Jadi menurut saya, sudahlah.. kalau Jokowi punya niat untuk memperbaiki ekonomi, serta ingin menciptakan tatanan demokrasi yang sehat di Indonesia, maka tak ada salahnya desakan, keresahan masyarakat didengar dan dipertimbangkan, karena untuk kebaikan.

“Desakan barter perbaikan ekonomi secara keseluruhan dengan Presidentian Threshold 0%, saya pikir adalah harga yang pas untuk kebaikan bangsa,” tutupnya.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here