Adu Anggaran ‘Super Jumbo’ Kementerian Era Jokowi Disaat Krisis, Masuk Akal?

Belum lama masyarakat dikagetkan dengan anggaran super jumbo dari Kementerian Pertahanan untuk pembiayaan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) tahun 2020-2044, yakni hingga lebih dari Rp 1.700 triliun.

Kini, Kementerian lainnya juga sepertinya gak mau kalah. Misalnya saja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang juga meminta anggaran tambahan dalam rancangan pagu indikatif belanja 2022 sebesar Rp8,043 triliun menjadi Rp14,1 triliun.

“KKP mengusulkan tambahan pagu anggaran sebesar Rp8,043 triliun,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Senin (7/6), kemarin.

Mantan Bendahara Umum Timses Jokowi-Ma’ruf ini, penambahan anggaran diperlukan mengingat masih banyak peran strategis KKP dalam agenda pembangunan nasional yang belum tertampung dalam pagu indikatif belanja 2022.

Ada juga terkait kegiatan prioritas utama KKP dalam melayani kepentingan masyarakat untuk pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan.

Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan, tambahan anggaran terdiri atas belanja operasional Rp236,61 miliar untuk pemenuhan belanja pegawai dan operasional perkantoran di pusat dan daerah.

Selain itu, belanja nonoperasional Rp7,8 triliun untuk melaksanakan program prioritas nasional dan terobosan KKP.

Diketahui. berdasarkan Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bapenas Nomor S-361 dan B.238 tanggal 29 April 2021 perihal Pagu Indikatif Belanja K/L TA 2022, KKP mendapatkan alokasi anggaran Rp6,122 triliun yang terdiri dari belanja operasional Rp2,6 triliun dan belanja non operasional Rp3,5 triliun.

“Usulan tambahan pagu anggaran yang telah kami sampaikan, pada intinya adalah untuk penguatan kehadiran pemerintah di masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan,” ungkapnya.

Terkait penyerapan anggaran KKP Tahun 2021, per 1 Juni 2021, realisasinya mencapai Rp1,58 triliun atau 24,07 persen dari total pagu anggaran Rp6,562 triliun.

Menarik dua kementerian Jokowi yang meminta anggaran tambahan. Namun yang menjadi pertanyaan adalah darimana uang anggaran tambahan itu, karena diketahui negara saat ini sedang dalam kondisi krisis ekonomi?.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here