Tantang Duel Anggota TNI, Dadang Buaya Diancam 10 Tahun Penjara

Dadang Buaya, pemuda yang juga tersangka kasus keributan di depan Marks Koramil Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat diancam hukuman 10 tahun penjara. Ia dikenakan pasal menggangu ketertiban umum dan membawa senjata tajam.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Adi Benny Cahyono. “Ancaman hukuman terberat 10 tahun penjara,” tegasnya, kemarin kepada wartawan.

Seperti diketahui, Dadang sebelumnya disebut-sebut berbuat onar dan menantang berkelahi perwira TNI di depan Markas Koramil Pameungpeuk. Akibat perbuatannya, ia dijerat dengan Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 Jo Pasal 170 KUHPidana Jo Pasal 351 KUHP tentang perbuatan melakukan kekerasan secara bersama-sama dan penganiayaan.

“Untuk pasalnya diterapkan ada pasal darurat, untuk barang bukti yang kita sita dua buah golok, samurai, tongkat besi dan miras,” jelas Benny.

Adapun penangkapan terhadap Dadang, karena sebelumnya terlibat pertikaian dengan seorang nelayan di Sayang Heulang, Kecamatan Pameungpeuk, Jumat (28/5). Nelayan yang mendapat ancaman dengan menggunakan senjata tajam itu meminta bantuan kepada adiknya seorang perwira TNI dari Depok yang sedang cuti di Pameungpeuk.

Kedatangan anggota TNI itu tidak mampu mereda pertikaian tersebut, bahkan anggota Polsek Pameungpeuk juga hendak mendapatkan tindakan kekerasan dari preman saat akan melerainya, hingga akhirnya berhasil dibubarkan.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here