PT Harita Group Khianati Warga Kepulauan Obi

Juru Bicara Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Syamsudin Saman mengecam keras sikap perusahan tambang nikel PT Harita Group. Perusahaan milik keluarga konglomerat Lim Hariyanto Wijaya Sarwono itu telah berkhianat kepada  warga Obi, terkait penolakan perusahan membangun jalan lingkar pulau Obi.

Sikap itu, menurut Syamsudin Saman, bertentangan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia nomor 109 tahun 2020 tentang strategis percepatan pembangunan nasional.

“Hasil rapat antara PT Harita Group dengan PUPR Malut, ada kesepakatan di poin kedua, Harita menilai wilayah pembangunan jalan lingkar masuk kawasan Industri, ini sangat keterlaluan,” kata Syamsudin, Kamis (8/4/2021).

Atas sikap itu pihaknya selaku Juru Bicara PRIMA akan mendatangi Kementerian ESDM untuk berkonsultasi menyangkut Perpres 109 yang ditolak PT Harita,  padahal itu merupakan printah Presiden.

“Disana ada 7 perusahan besar yang bercokol di Pulau Obi, dibawah PT Harita Group, jika keinginan masyarakat membangun jalan lingkar tidak disetujui, maka siap–siap angkat kaki dari Pulau Obi!” kecam Syamsudin.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Serikat Tani Nelayan, Ahmad Rifai, yang menyatakan tidak ada alasan PT Harita Group menghalangi pembangunan infrastruktur jalan yang di rencanakan oleh pjemerintah pusat melalui Kementrian PUPR Republik Indonesia yang insya Allah akan di realisasi pada tahun 2021 ini.

Pasalnya, kata Rifai, program ini merupakan perintah Presiden Joko Widodo melalui Perpres 109 tahun 2020 mengenai strategis percepatan pembangunan nasional, dan Pulau Obi masuk dalam pembangunan jalan lingkar.

“Jika Harita Grup tidak mau mengikuti ketentuan dan aturan Negara Republik Indonesia, maka segera angkat kaki dari bumi Halmahera Selatan Pulau Obi,” tandas Rifai.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here