Demo Pedagang di Pantai Carita Soal Larangan Wisatawan, Siapa yang Salah?

Bicaralah.com -

Aturan adanya larangan tempat wisata agar tidak menerima kunjungan ternyata tak bisa diterapkan di Pantai Carita, Pandeglang, Banten. Pasalnya, para pedagang melakukan aksi demo atas adanya larangan tersebut.

Mereka menilai, kebijakan yang dilakukan oleh Pemprov banten plin-plan, dimana saat bulan suci Ramadhan, tempat wisata tersebut diperbolehkan, namun pada saat libutan lebaran justru ditutup.

“Kesel, kenapa kebijakannya plin-plan. Kan sudah tahu mereka juga, sudah memprediksi kali akan ada lonjakannya seperti ini. Kenapa paksain buka? Maksud dan tujuannya apa seperti itu buat kita,” kata Pengelola Pantai Pasir Putih Carita, Hilma, kepada wartawan, kemarin.

Akibat kebijakan tersebut, Hilma mengaku kelabakan membayar pekerjanya. Se;lain itu menurutnya, pantai di wilayahnya sudah menerapkan prokes covid-19.

Diketahui, puncak pengunjung objek wisata Pantai Pasir Putih terjadi Sabtu, 15 Mei 2021, sebanyak seribu orang. Sedangkan hari ini, Minggu, 16 Mei 2021, hanya sekitar 500 orang saja.

“Fasilitas prokes ada, masker di sediain, termometer ada. Lebih ke beban moral banget kita, kerugian banyak, karyawan harus dibayar, operasional dibayar juga, pemasukan enggak ada. Jumlah pengunjung seribu mungkin ada, kalau hari ini sekitar 500-an,” tegasnya.

Tak hanya Hilma, banyak juga pengusaha di area tersebut melakukan demo, termasuk penyewaan banana boat. “Bukan cuma banana, semua pedagang di sini juga menginginkan dibuka juga ini lokasi. Semua yang punya usaha di sini juga ikut demo,” tegas Aan.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here